Event Yang akan Datang
Mudikalendar
DUP
DUP (Dari, Untuk, Pesan) adalah 1 kolom untuk mudikans sekalian mengirim pesan2 tertentu, untuk orang2 tertentu di Mudika. Bisa pesan lucu, pesan penting (atawa gak penting tentunya), pokoknya pesan apa aja deh.
Bagi kalian yang ingin mengirimkan DUP untuk dicantumkan di Mudikalink edisi berikutnya, silahkan klik disini untuk mengisi form untuk dikirimkan kepada mudika...
Bagi kalian yang ingin mengirimkan DUP untuk dicantumkan di Mudikalink edisi berikutnya, silahkan klik disini untuk mengisi form untuk dikirimkan kepada mudika...
| Renungan - 28 September 2009 |
|
TUHAN, DIMANAKAH ENGKAU KETIKA AKU MENDERITA?
“Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji Aku, aku akan timbul seperti emas.” (Ayub 23:10)
LECTIO (BACAAN):
Ayub 23:8-17
(8) “Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia;
(9) di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia.
(10) Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
(11) Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
(12) Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.
(13) Ia tidak pernah berubah--siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga.
(14) Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya.
(15) Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia.
(16) Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar;
(17) sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita."
MEDITATIO (RENUNGAN):
Ayub mengalami serangkaian pengalaman tragis dalam hidupnya. Membaca kisah Ayub berarti membaca bagaimana kehidupan seseorang bisa berbalik drastis dalam waktu singkat. Ayub pada mulanya dikenal saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. (Ayub 1:1). Ia juga orang yang terkaya di sebelah timur (Ayub 1:3). Hidupnya sempurna. Namun kemudian semuanya musnah. Ribuan ternaknya musnah (Ayub 1:16-17), anak-anaknya tewas (Ayub1:19). Hartanya habis ludes dalam waktu singkat, dan kemudian disusul dengan penyakit kulit mengerikan menimpa sekujur tubuhnya. (Ayub 2:7). Selesai sampai disana? Tidak, ternyata istrinya sendiri mengutuki dia, dan teman-temannya mengolok-olok apa yang terjadi atas dirinya. Sungguh berat penderitaan yang dialami Ayub. Ayub tidak siap menghadapi semua ini secara mendadak. Ia pun kemudian terperangkap oleh pikirannya sendiri bahwa Tuhan bertindak tidak adil. Dalam kesengsaraannya dan kesakitan yang luar biasa baik secara fisik maupun mental, Ayub sempat mempertanyakan keadilan, kebaikan dan kuasa Tuhan.
Kita sering berada dalam situasi sulit, penuh penderitaan, kesengsaraan – seperti Ayub. Tidak ada seorang pun manusia yang ingin hidupnya dipenuhi masalah, tetapi namanya hidup, ada saat-saat dimana kita tidak bisa menghindari problema hidup. Terkadang masalah yang datang tidak hanya satu, tapi beruntun sehingga kita menderita terus-menerus. Ada kalanya jalan keluar tidak terlihat lagi, bagaikan berjalan dalam sebuah lorong gelap dimana tidak terlihat setitik cahaya pun di ujung sana. Himpitan masalah penuh penderitaan berkepanjangan akan mulai mengaburkan pandangan kita tentang kebaikan Tuhan, dan mulai menganggap bahwa Tuhan mungkin sudah tidak lagi peduli dengan hidup kita, atau bahkan mulai mempertanyakan keberadaanNya.
Yang terjadi pada Ayub kemudian adalah, Tuhan mengingatkan Ayub mengenai kuasaNya. Setelah bertanya jawab dengan Tuhan, perkataan Ayub yang terakhir adalah :
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. ..Sebelumnya hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." (Ayub 42:1-6). Dalam penderitaannya, Ayub akhirnya mengenal Tuhan dengan lebih dekat. Ayub akhirnya berserah penuh kepada Tuhan, dan pada akhirnya dia dapat berkata: “Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji Aku, aku akan timbul seperti emas.” Lewat cerita ini, Ayub ingin berpesan kepada kita bahwa ada saat-saat dimana Tuhan mengijinkan hidup kita dimasuki berbagai masalah dan kesulitan. Namun, itu bukan berarti bahwa Dia sedang mengabaikan dan tidak peduli dengan apa yang kita hadapi. Dikala lemah, cerita Ayub mengingatkan kita agar kita tidak melupakan kebaikan Tuhan dan tetap mengucap syukur kepadaNya.
Beberapa ratus tahun sejak Ayub.. cerita ini berlanjut… Tuhan, melalui Yesus Kristus anakNya yang tunggal, menderita, wafat dan dimakamkan demi menyelamatkan kita. Kemudian Ia bangkit untuk menemani kita melalui hidup ini dengan cara yang indah. Can’t you see.. God is deeply in love with us. Yang paling penting dari cerita ini adalah Tuhan sendiri telah menderita. Tuhan sendiri telah memikul penderitaan manusia di atas kayu salib. Allah harus taat kepada hukum yang ditetapkanNya sendiri. Inilah landasan penting dari iman Katolik kita yang membedakan dari kepercayaan lain. “Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.” (Ibrani 2:18).
Tuhan Yesus dengan hidup, kematian dan kebangkitanNya mengingatkan kita bahwa kita berharga dimata Bapa dan akan terus berada dalam penyertaanNya, dalam kondisi dan situasi apapun. Seperti kata Tuhan Yesus: “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari burung pipit.“ (Matius 10:29-31).
Jadi... dimanakah Tuhan ketika kita sedang menderita? Dimanakah Tuhan ketika begitu banyak orang sedang kelaparan di Afrika? Dimanakah Tuhan ketika begitu banyak kematian dan kesedihan di antara keluarga-keluarga korban Tsunami?
Tuhan ada bersama kita. Tuhan menderita bersama kita. Tuhan menderita bersama seluruh orang di muka bumi ini. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan akan terus menolong kita melalui hidup ini dengan indah – pada waktuNya.
CONTEMPLATIO (REFLEKSI):
Renungkan dan lihatlah bahwa sesungguhnya dalam keadaan apapun, seberat dan sepahit apapun yang terjadi dalam hidup kita pada saat-saat tertentu, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Ingatlah bahwa ketika kita menderita, Tuhan ada bersama kita ikut menanggung penderitaan kita.
ORATIO (DOA):
DOA DALAM DERITA
Bapa yang maha penyayang dan mahatahu, aku percaya bahwa Bapa mengetahui apa yang sedang kuderita, dan merasakan apa yang aku rasakan. Aku percaya pula bahwa Bapa mempunyai rencana dengan segala derita dan kegelapan kami di dalam tanganMu. Tabahkanlah hatiku untuk menghadapi segala kesusahan, dan berilah
aku terangMu, sehingga aku dapat mengerti dan menerima kesusahanku seperti yang Bapa kehendaki. Demi Yesus Kristus Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin
MISSIO (NIAT/TEKAD):
Aku ingin lebih membuka mataku terhadap masalah dan penderitaan orang-orang di sekelilingku. Aku ingin lebih memikirkan saudara/i sebangsaku yang kurang beruntung. Aku ingin selalu mendoakan mereka dan mengulurkan tangan kasih semampuku karena Tuhan berada bersama mereka yang menderita. |
Shout Box
Latest Message: 3 weeks, 2 days ago
- PublicRelati : dear guest_8253, dalam gereja Katolik, kita mengakui adanya Trinitas atau Tritunggal Maha Kudus, yang terdiri atas Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Oleh karena Yesus adalah Allah Putra, Ia jg adalah Tuhan kita, namun Ia pun adalah anak dari Allah Bapa. Utk tau jawabannya lebih lanjut, silahkan datang ke PIKAT setiap hari Selasa malam. Terima kasih
- guest_8253 : Yesus tuh Tuhan apa anak Tuhan sih?? sy kq masih bingung... makasih
- guest_8253 : mau nanya niy bwt nambah pengetahuan saya..Yesus itu tuhan bukan sih? selama ini kq sy msih bingung.. sering denger org bilang Tuhan Yesus, tp kq kadang denger juga ada yg bilang Yesus itu anak Tuhan.. makasih
- guest_5858 : ad yang punya jadwal misa natal indonesia ga ya? :)
- guest_6357 : mantap
- VERY : mery christmas for all......
- VERY : SALUT...... terus berbagi kasih kepada semua orang.. GBU....
- mahasiswa ST : jadikan semangat natal menjadi terang di dunia yang carut-marut ini terutama di indonesia
- guest_7829 : Dengan hari natal kita belajar merasakan penderitaan orang lain dan mencoba menyembuhkannya.
- Nick : hi! great website!
- guest_114 : halo mudikans,yihaaa..hhahaa
- Evan- : Kalo kita sih prinsipnya yang merasa muda aja :)
- guest_1107 : apa kalo dibawah 17 tahun atau mungkin dah diatas 30 tahun bisa dibilang bukan mudika lagi
- guest_1107 : batesan umur mudika berapa sih kalo boleh tau?
- w_z : Alo man, dateng aja pas Mudika ada acara, gua dulu juga gitu, hehehe
- guest_9187 : hi, mau tanya gmn caranya ikutan gabung jadi mudika melbourne? harus daftar dmn?
- guest_6658 : wah bagus sekali dg adanya group mudika ini kta bsa berkenalan dengan anggota2 mudika di seluruh penjuru.......
- AP : kocak tuh poling TERROR hahaha
- Ais : Van foto2 2010 di upload donk beberapa, uda tuir tuh poto2nya...
- Public Relat : @Ivan Halim, betul sekali, tanggal 15 besok adalah minggu ketiga. Misa ada di St Francis Church pukul 14.45 sore. Sampai jumpa di sana.