Event Yang akan Datang
-
04-09-2010 | 12:00
Misa Mudika September 2010 -
05-09-2010 | 10:00
Donor Darah Bersama Mudika - September 2010 -
17-09-2010 | 17:30
Mudika goes to KafeART RMIT 2010 -
26-09-2010 | 12:00
Misa Ulang Tahun KKI Melbourne 2010
Mudikalendar
DUP
Bagi kalian yang ingin mengirimkan DUP untuk dicantumkan di Mudikalink edisi berikutnya, silahkan klik disini untuk mengisi form untuk dikirimkan kepada mudika...
Poll
| Pasar Seni |
|
Jam 2 siang tepat pintu telah dibuka, para pengunjung mulai berdatangan, dan alunan musik pun didendangkan oleh para adik-adik dari Keluarga Katolik Indonesia. Terlihat beberapa payung-payung besar dan beberapa boneka binatang yang dibuat dari gumpalan kertas koran mengisi ruangan yang dihias dengan indah namun minimalis. Panggung pun sudah tertata dengan baik dengan ruang untuk menonton dan bedansa di depannya. Sungguh terlihat dan terasa bahwa kedua sisi dari acara ini berjalan seiringan dengan selaras. Pameran seni menampilkan beraneka ragam hasil kesenian seperti boneka-boneka kecil, hasil laser cutting dari kayu yang dibentuk-bentuk menjadi aksesoris,kaos-kaos dengan gambar yang menarik, perhiasan perak, pin, aksesoris, tas kanvas aksesoris, dan juga aksesoris rambut atau yang sering disebut sebagai “fascinator”. Alunan-alunan melodi indah pun disenandungkan dan pertunjukan yang memukau dari arah panggung. Pertunjukan seni berlangsung selama 7 jam dengan menampilkan lebih dari 20 pemain. Beberapa dari kesenian yang dipersembahkan berupa ansamble dari adik-adik dari Keluarga Katolik Indonesia (KKI), band dan tari-tarian. Banyak sekali jenis musik yang didendangkan oleh para Indo-Melbourians, ada yang keras, santai, akustik, pop, pop-jazz dan R&B. Untuk tari-tarian, ada contemporary, ballroom, hip hop, dan tradisional seperti Saman Neo dan Pujung Purama. Bersesuaian dengan nama “Pasar Seni”, apalah arti sebuah pasar tanpa jajanan pasar. Harum aroma dan pandangan yang sungguh menggoda jika kita melihat lemper, risoles, kroket, dan beberapa jajanan yang dulu ada di kantin sekolah. Banyak sekali jajanan lain yang ditawarkan, ada cupcakes, mocha, klepon, sate padang, es cendol, es sarang burung bahkan es mambo. Makanan malam pun tersedia disini ada soto ayam, rujak juhi, batagor dan kalau diteruskan saya yakin para pembaca juga akan lapar. “Pasar Seni” dapat dikatakan memberikan sebuah suasana baru dalam event-event yang diselenggarakan oleh Indo-Melbourians. “Pasar Seni” memberikan wadah dan tempat bagi seniman-seniman yang ingin menunjukan dan membagi kesenian yang mereka miliki namun mereka belum mempunyai kesempatan untuk melakukannya. Indonesia terkenal sebagai negara yang mempunyai seni dan budaya yang beraneka ragam. Kita sebagai warga Negara Indonesia, masa depan Indonesia, dan wajah Indonesia di Melbourne harus dapat mencerminkan hal tersebut. Hal-hal tersebut bukan hanya tercermin di “Pasar Seni” namun Indo-Melbourian dapat memberikan sesuatu yang lebih. Indo-Melbourian dapat mempersembahkan seni baik dalam bentuk yang modern, tradisional, maupun kombinasi antara keduanya. Ini menunjukan bahwa para Indo-Melbourians sangatlah bangga sebagai orang Indonesia, dan dapat mendefinisikan ulang dan beradaptasi dengan dunia global yang terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Kesenian hasil karya anak-anak bangsa di Melbourne ini pun dapat dipersembahkan dan diterima baik untuk kalangan Indonesia maupun Australia. Proficiat buat Indo-Melbourians dan teruslah berkarya...
|